Seorang guru mistik, setelah ia mencapai pengetahuan yang
serba rahasia mengenai kebenaran sejati, yaitu pengetahuan
yang hanya dapat dicapai oleh segelintir manusia, ia
bermukim di Basrah.
Di sana ia memulai sebuah usaha dan dalam beberapa tahun
saja telah memperoleh kemajuan.
Pada suatu hari seorang guru sufi yang telah mengenalnya
beberapa tahun yang lalu, namun masih berada di atas jalan
yang ditempuh oleh para pencari kebenaran, singgah di tempat
kediamannya.
"Betapa gundah hatiku menyaksikan engkau yang telah
meninggalkan pencarian dan jalan kaum mistik," berkata sang
guru sufi. Pedagang yang arif bijaksana itu hanya tersenyum
dan tidak memberi komentar apa-apa.
Sang guru sufi kemudian meneruskan perjalanan dan didalam
wejangan-wejangannya dikemudian hari ia sering kisahkan,
betapa seseorang bekas sufi yang kemudian beralih kepada
cita-cita yang rendah dalam dunia perdagangan karena ia
tampaknya tak memiliki tekad yang perlu untuk menyelesaikan
perjalanan.
Tetapi sang guru sufi pengelana ini akhirnya bertemu
dengan Khaidir, sang penunjuk jalan rahasia. Si guru sufi
memohon kepada Khaidir untuk mengantarkannya kepada guru
arif bijaksana pada zaman itu, yang akan memberkahi terang
ke dalam hatinya.
Khaidir berkata:
"Jumpailah seseorang pedagang anu, duduklah di kakinya,
dan laksanakanlah kerja kasar yang disuruhnya".
Sang guru sufi tidak habis pikir, iapun berkata dengan
tergagap:
"Tetapi betapa mungkin bahwa pedagang itu adalah salah
seorang dari manusia-manusia terpilih, apalagi sebagai guru
agung zaman kini?"
Khaidir menjawab:
"Karena ketika ia mendapatkan terang ia pun telah
berhasil memperoleh pengetahuan duniawi. Untuk pertama kali
ia rnenyadari bahwa sikap manusia suci menarik orang-orang
tamak yang berpura-pura mencari pengetahuan spirituil dan
menolak orang-orang tulus yang tidak takjub kepada
penampilan lahiriah. Aku telah menunjukkan kepadanya betapa
guru-guru yang saleh dapat ditenggelamkan oleh
pengikut-pengikutnya. Maka ia memberi pengajaran dengan
diam-diam dan bagi orang-orang yang dangkal penglihatan ia
hanyalah seorang pedagang biasa."